Have an account?

Senin, 05 Juli 2010

Jiwa yang Terluka



Kulihat api yang merah membara dalam hatinya. Apinya begitu panas serasa ingin membakar apa yang ada disekelilingnya. Jiwanya pergi karna tak kuasa menahan panas dalam raganya. hatinya ingin berteriak , tapi tak bisa. Sungguh batinnya sangat tersiksa. Bagaikan orang gila ia berkata-kata dan berteriak-teriak sepuasnya. Melantunkan kata hati yang penuh dengan dengki, seakan tidak terima dengan apa yang terjadi. Terus berteriak layaknya orang kesetanan. Hingga rasa lelah membuatnya terdiam. Matanya berkaca-kaca, air matanya pun jatuh membasahi wajahnya yang kusam. Pada raut wajahnya terpancar kesedihan yang sangat amat dalam.
Ohh.... anak muda yang malang.
Apa yang sebenarnya engkau rasakan hingga enkau bertingkah layaknya orang kesurupan. Ketidak adilan apa, yang membuat engkau menjadi budak syetan. Buang jauh amarahmu ....... Tinggalkanlah keputusasaanmu. Basuh mukamu dengan air mudhu. Bersihkan tubuhmu dan langkahkan kakimu dan menghadap sang pencipta. Percayalah dan yakinlah .......... Masih ada harapan untuk dirimu.

Jumat, 18 Juni 2010

Pandangan Pertama
By: Brodiens

Disudut taman kota yang dikelilingi harumnya bunga melati. Kuliahat gadis cantik berambut panjang. Duduk disebuah teras taman kota. Tiba - tiba hatiku berubah rasa. Mataku tertuju padanya, pandangannku tak bisa lepas dari wajahnya. Hati kecilku bertanya ...... apa aku suka dia? ohh.... betapa sangat cantik wajahnya.
Jantungku berdetak kencang tapi aku berusaha untuk tenang. Tanpa keraguan kudatangi dia dengan penuh keyakinan. Ku ucapkan salam dan ia tersenyum penuh dengan harapan. Kuajak ia bercengkrama panjang lebar. Ku ucapakan beribu - ribu rayuan gombal demi meluluhkan hatinya. Ternyata aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa sadar kukatakan padanya, bahwa hatiku menyukainya. Ia pun terdiam dengan penuh senyuman. Detak jantungku semakin kencang dan akupun terdiam. Aku tersipu malu karna ucapanku .....
Dia berbalik memandangiku dengan senyuman manis. ohhhh ..... indahnya senyuman itu. Kembali aku bertanya lagi, dengan tubuh yang gemetaran serta kata-kataku yang nampak seperti orang gagap. Bolehkah aku memiliki hatimu ...... Ia masih terdiam dengan senyumannya. aku semakin gemetaran dan pikiranku jadi tak karuan. Kembali ia menatapku dengan senyumannya dan berkata,... ............ To be CONTInue